Jumat, 19 Juli 2019

RAHASIA PRIA

Kenapa Pria Harus Meminum Obat Kuat Sebelum Berhubungan? 


Sejuta manfaat akan di dapat dengan mengonsumsi suplemen obat kuat sebelum berhubungan suami-istri. Obat kuat adalah obat tahan lama hubungan seks. Obat kuat dikenal manjur untuk membantu problem pria dewasa di atas ranjang. Adanya masalah dalam hubungan suami istri di atas ranjang akan sangat mengganggu keharmonisan rumah tangga.

Berbagai macam obat kuat banyak dijual di apotik maupun pasaran dengan berbagai jenis merek dan kualitas yang berbeda-beda. Pilihlah obat kuat yang sudah terbukti khasiat dan mutunya. Pilih obat kuat yang asli dan jangan sampai tertipu dengan obat kuat yang palsu. Pilihlah obat tahan lama alami demi keamanan Anda.

Rasakan manfaat yang akan didapat setelah mengonsumsi obat tahan lama alami untuk pria. Pria akan lebih tertolong dengan mengonsumsi obat kuat.

Faktor pemicu melemahnya gairah pria di atas ranjang.


Semakin bertambahnya usia, pria sering mengalami penurunan vitalitas di atas ranjang. Di samping faktor usia, ada beberapa hal lagi yang menurunkan performa pria saat berhubungan suami-istri yaitu faktor psikologis dan keadaan fisik. Oleh karena itu, pria membutuhkan obat tahan lama bersetubuh yang berkhasiat ampuh demi mencapai kepuasan bercinta.

Faktor psikologis yang membuat pria kurang maksimal dalam bercinta dengan pasangan misalnya stress atau depresi. Selain itu faktor masalah fisik juga bisa jadi pemicu kurangnya gairah pria di atas ranjang misalnya seperti mengalami masalah seksual seperti impoten atau disfungsi ereksi, ejakulasi dini, dan diabetes.

Faktor-faktor tersebut menjadi pemicu kurangnya performa berhubungan seks sehingga hanya dapat terjadi dalam waktu singkat. Seorang wanita membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai klimaks dibandingkan dengan pria. Jadi sudah dapat dipastikan apabila seorang wanita tidak akan mencapai puncak klimaks orgasme hanya dalam waktu sebentar saja.

Manfaat obat kuat untuk vitalitas pria di atas ranjang sebelum berhubungan suami-istri.


Jika ada pertanyaan mengenai kenapa pria harus minum obat kuat, itu karena obat kuat memiliki banyak manfaat sebagai solusi mengatasi keluhan para pria. Salah satu masalah yang umum terjadi ialah stamina yang loyo sehingga tidak bisa berhubungan seks dalam waktu yang lama. Untuk lebih jelasnya, berikut ini merupakan manfaat obat kuat yang akan Anda dapatkan:
  1. Menangani gangguan seksual seperti impotensi atau disfungsi ereksi
Penyakit disfungsi ereksi atau impoten sangat berbahaya dan tidak boleh dibiarkan begitu saja. Masalah tersebut sangat mengganggu hubungan suami istri yang terjadi. Disfungsi ereksi merupakan ketidakmampuan untuk melakukan ereksi dalam waktu lama. Padahal, ereksi sangat dibutuhkan untuk proses penetrasi. Oleh karena itu pria membutuhkan obat tahan lama ereksi demi membantu pria berereksi dengan normal kembali.
  1. Dapat mengatasi masalah pada pria yaitu ejakulasi dini.
Ejakulasi dini menyebabkan hilangnya gairah pria untuk melakukan hubungan tubuh dengan istri. Ejakulasi dini menyebabkan pria malu untuk bercinta. Hal ini tentunya akan sangat mengganggu keharmonisan rumah tangga pasangan suami-istri. Dengan mengonsumsi obat kuat maka pria akan menemukan obat tahan lama untuk ejakulasi dini. Permasalahan dalam rumah tangga yang menyangkut urusan ranjang pun akan segera teratasi.
  1. Memberikan kepuasan yang lebih pada pasangan.
Dalam melakukan hubungan intim suami istri maka semakin lama akan semakin memuaskan. Jika salah satu pihak bermasalah maka hubungan akan tidak menyenangkan. Pria membutuhkan obat kuat sebagai obat tahan lama dalam berhubungan seks. Tentunya pria harus memilih jenis obat kuat yang sesuai dengan kebutuhan dan permasalahan yang di hadapi.
Nyatanya obat kuat tahan lama yang dijual di pasaran sangat bermanfaat untuk para pria yang bermasalah di ranjang.

Selasa, 02 Juli 2019

CERITA MASSA PACARAN

“Pacaran itu putusnya bisa dua: jadi manten, atau jadi mantan...”

Pacaran itu layaknya sepasang merpati, kamu dan dia hampir tak pernah terpisahkan. Ke mana pun selalu berdua. Nempel kayak perangko. Rekan kalian juga menyaksi hal yang sama. “Ini nih contoh pasangan yang hebat. Tak pernah bertengkar, selalu akur-akur saja,” katanya.

Namun, selang bergenap tahun lamanya menjalani, biduk hubungan yang seperti akan berlangsung selamanya akhirnya pun kandas. Entah apa sebab pastinya, kalimat ‘putus’ berhasil meruakkan elegi di suka cita sepanjang hari.

Status ‘kita’ berubah menjadi ‘aku’ dan ‘kamu’, yang tak lagi berjalan beriringan bersama. Kamu pun bersedih, dan itu pasti. Namun, masih ada beberapa hal yang (mau-tak-mau) harus kamu alami ketika kamu baru saja putus cinta. Apa saja? Silahkeun dibaca.


1. Butuh Waktu Untuk Terbiasa

Coba bayangin, mereka yang pacarannya cuma beberapa bulan saja pasti punya semacam kegiatan yang sengajadilakuinnya bersama. Misalkan, makan malam bersama waktu weekend, nonton film berdua di bioskop saat adapremiere, atau justru berangkat ke kampus bareng karena memang sekampus, atau bahkan sekelas.

Nah, setelah putus, momen-momen ‘berdua’ tadi akan berubah jadi momen-momen ‘sendiri’. Pas weekend datang, biasanya keluar, sekarang guling-guling gak jelas di kasur kosan sambil berdoa agar hujan. Saat ada film baru rilis, biasanya langsung kontak untuk cari tiket nonton, sekarang hanya cari bajakannya di situs 4shared. Atau, yang biasanya dulu kalau mau berangkat ngampus antusias banget karena ada yang dijemput, sekarang mah ya langsungaja meluncur menuju kampus dengan jok belakang motor kosong melompong.

Uhh, sedih bingits ya? Tak apa. Pada akhirnya, waktu akan mengajarkan kamu bagaimana segala sesuatu akan membiasa, tanpa embel-embel terus terluka.

2. Mengulang Penjelasan Ke Banyak Orang.

Ini salah satu hal paling annoying yang akan kamu alami saat baru putus cinta. Apalagi kalau setiap ketemu teman, lalu disambut dengan sapaan, “Lho, kok sendirian? Mbak-nya mana sekarang?”

Udah, cuekin saja yang seperti itu, bikin makin makan ati. Namun, ada juga yang dengan sopan bertanya ke kamu, “Jadi kalian putus? Kok bisa? Putusnya gimana? Ayo cerita!” Dan... kamu pun (dengan terpaksa) harus menceritakan segalanya ke dia. Dongeng darimu tadi, biasanya akan ditutup dengan ekspresi darinya, “Wah, yang sabar aja ya.Puk-puk-puk.” Lumayan, seenggaknya ada yang puk-puk-in.

Tak berhenti di situ, temanmu itu tak hanya satu. Kadang yang bertanya ‘mengapa putus’ tidak manusiawi jumlahnya. Belum lagi ditambah para kepo-ers, jadi makin banyak dah. Ekstremnya, hampir seminggu jadwalmu, terpakai hanya untuk nyeritain kenapa kamu putus.

Saran, biar efektif dan efisien, mending bikin tuh press conference. Sewa itu aula kampus barang sehari, undang teman-temanmu, juga teman-teman mantanmu, lalu kalian ceritain ke mereka kenapa kalian putus. Dijamin deh,gak bakal ada yang nanya-nanya lagi. Gimana, solutif kan? Monggo dicoba.

3. Malas Buka Medsos


Dulu saat kamu dan dia masih bersama kayaknya rajin banget tuh nongol di timeline twitter saban hari. Entahmention-mentionan perihal topik penting, atau sekadar menyapa, " Halo, Bebs. Gy aps?" Uhh, norak maksimal emang dua orang yang lagi cinta-cintanya mah.

Sekarang... beh, jadi males. Boro-boro mau nyapa, liat dia ada di TL saja kamu sudah merasakan serba salah. Pengen nge-mention takut dikira tak bisa move on, eh dibiarin kok sayang juga.

Itu tapi masih yang baik-baik putusnya. Kalau yang berantem sampai gebuk-gebukan, bisa-bisa seluruh akun medsos mantan akan di-block. Facebook di-unfriend. Twitter di-unfollow. LINE di-remove. Whatsapp di-delcont. Hmm, apalagi yang kuliahnya sekelas, mungkin juga kamu bakal ke TU jurusan guna mengurus PRS pindah kelas. Sampai segitunya ya...

4. Hey Stranger


Pacar kamu yang unyu-unyu itu, yang kamu dulu pedekate-in berbulan-bulan, yang kamu anter tiap hari pulang, dan yang paling kamu kenal, saat dia jadi mantan... udah deh, tetiba berubah jadi ‘stranger’, alias orang asing.

Padahal, dulu sayang-sayangan sampai tidak tidur. Padahal, dulu nge-chat sampai habis kuota. Padahal, dulu manggilnya Papa-Mama. Eh, sekarang saat ketemu malah nanya, “Maaf, kamu siapa ya?” Mungkin, ini efek penghayatan dari lagu ‘Lumpuhkan Ingatanku’ yang selalu kamu putar di telinga. Aneh ya? Tapi, begitulah kenyataannya.

5. Makna Sahabat Sejati. 


Kalau kamu sudah muak dengan segala persoalan hidupmu, biasanya kamu akan kembali ke para sahabatmu. Iya, sahabat, yang dulu saat kamu jadian sama dia, kamu jadikan mereka prioritas kedua, atau bahkan dilupakan.

Namun, kini harimu akan lebih banyak diisi dengan tertawa bersama mereka. Ya, setidaknya kamu bisa melupakan sedikit demi sedikit kenangan dan kebiasaan dengan dia dahulu. Well, you feel you’re lucky having them.

6. Skenario Penyesalan. 


“Putus cinta memang sedih. Lebih sedih lagi itu putus, tapi masih cinta.”

Ampun, Mang, kagak kuat! Ini kalimat yang jleb dan frontal. Semacam transliterasi dari lagu ‘When I Was Your Man’-nya Bruno Mars. Pengen banget sepertinya kamu kembali merajut kasih. (Baca: balikan). Namun, apa daya, kamu gengsi karena kamu justru yang mutusin dia.

Kamu pun merasa bodoh sebab menyia-nyiakannya kala dulu masih bersama. Dan, mungkin juga kamu belum sempat meminta maaf di pertemuan terakhir kalian. But, everything is gonna be okay. Kamu bisa mengubah penyesalanmu merupa pelajaran hidup mengenai hubungan. Ya, agar tidak jatuh di lubang yang sama. Sejenak, kamu merasakan ada semangat hidup, meski tak bisa bersamanya lagi.

7. Belahan Jiwa Yang Digariskan untuk Tuhan.


Pada akhirnya, untuk setiap pasangan yang akhirnya berpisah, akan ada satu kalimat yang paling pas didengarkan sebagai nasihat: Terkadang, Tuhan sengaja mempertemukan kita dengan orang yang salah, sebelum mempertemukan dengan orang yang benar, tak lain agar kita siap.

Semoga putus cintamu menjadikan kamu lebih dewasa. Semoga putus cintamu mengubah pandangan bahwa hubungan memang harus diperjuangkan. Dan, semoga putus cintamu tak membuat kamu trauma untuk jatuh cinta.

Obat paling mujarab untuk mereka yang patah hati adalah... dengan jatuh cinta lagi. Well, semoga kamu cepat bertemu dengan belahan jiwa yang digariskan oleh Tuhan, bukan dia yang mengecewakan.